sudah malam, pukul 21 lewat entah berapa menit waktu indonesia bagian kamarku. dan aku, masih saja bergulat dengan huruf-huruf yang semakin menolak untuk dirangkai menjadi makna, bagai bocah-bocah bandel yang malah merangkai diri sendiri dan menyuruhku tidur.disoraki sakit yang kambuh tempo hari yang ternyata masih menyisakan lemas.bersepakat dengan otak membentuk kuap kantuk.
oke, 5 menit lagi. aku nyerah.
"mommy, aku lagi kesal," ucap anakku, pangeran kecil usia hampir 9 tahun yang duduk di kananku. ku belai keriting-keriting mungil yang melingkar di dahinya. aku cium, kangen. bibirnya merenggut, membentuk busur yang pernah kukenali milik seseorang yang dulu nyata.
"oh ya? sama siapa?" tanyaku sembari mengucapkan salam pisah pada huruf-huruf nakal yang masih bermain petak umpet dengan makna. mungkin besok mereka baru mau patuh.
"sama kuprit," ujarnya menyebut nama salah seorang temannya. bertengkar hari ini, berdamai besok, untuk bertengkar lagi lusa dan berdamai lagi kemudian. selalu begitu. sudah sangat jamak sampai-sampai aku tak merasa perlu bertanya mengapa.
"ehm, kamu lagi apa?" tanyaku melihat dia membentuk coretan diatas kertas. semerta ia menarik kertas itu, terlalu sigap sampai pensilnya ikut terjatuh. oh, rahasia rupanya, batinku tersenyum maklum.
"ada aja," jawabnya, melihat mataku sekilas, menggoda sepintas.
malam kian meninggi dan cerita hari itu berakhir di tempat tidur dalam pelukan hangat pangeran kecilku.
------
pagi, langit masih menyisakan warna biru.
"mommy, aku buat puisi" ujar anakku usai bergulat dalam canda. kecil-kecil begini, dia sudah ngerti cara menggelitik ibunya. genit.
puisi?
kubaca coretan yang disembunyikannya semalam:
puisi kuprit jelek
oh.... kuprit
kau jelek seperti monyet
dan seperti bebek
dan seperti kambing
dan yang (? -belum berhasil aku terjemahkan. hehe..)
kau seperti........ (? -yg ini juga belum. maklum aku lupa bagaimana dulu aku membaca tulisanku sendiri)
si kuprit jelek...
aku diam.
puisi pertama anakku. pangeran kecilku. kekasih hatiku. pujaan jiwaku. cintaku tersayang.
puisi kemarahan, memang.
tapi itu puisi.(setidaknya untuk anakku dan aku sendiri)
"mommy, ksatria mandi duluan ya. nanti kuprit mau datang jam 9" aku longok jam, masih angka 9 terbalik. dan kembali aku tak merasa perlu bertanya mengapa. jamak.
"mommy?"
"ya sayang?"
"ehm, nanti aja deh"
anakku sudah ada di balik pintu kamar mandi. selintas aku bertanya pada matahari yang baru menyimpangkan hangat.
"mungkinkah kelak dia bertanya: mommy, bolehkah aku jadi penutur pantun?"
matahari tersenyum. aku tersenyum. suara gemericik terdengar dari kamar mandi, sesekali suara anakku bernyanyi.
pangeran kecilku..
(jakarta, 6 juni 2006: mommy cinta kamu, sayang..)
Thursday, June 08, 2006
PUISI PERTAMA ANAKKU
Posted by
MAWAR RAMBAT
at
7:48 PM
Subscribe to:
Comment Feed (RSS)
|