Friday, August 11, 2006

DETIK, MASA, WAKTU

tolong jerangkan aku waktu..
cukup seketel saja..
tuangkan dalam bak mandiku..
yang telah terisi setengah..
air dingin pagi genangan semalam..
jadikan hangat..
agar aku tak punya alasan berontak...
dan biarkan rengkuh membalut..

tolong taburi juga dengan kelopak mawar..
ada delapan kuntum yang aku siapkan..
biarkan yang satu di depan cermin..
sirami yang sembilan belas kuntum lagi..
aku hanya ingin tujuh daunnya saja..
tapi ambilkan kalung biru yang paling aku jaga itu..
untuk menandai satu yang ingin kubiarkan mengering..
setelah berkurang satu dimakan tikus..

tolong jerangkan aku juga masa..
aku ingin minum kopi susu yang terlanjur dingin itu..
seteguk saja.. di antara seteguk lainnya..
menemani lelah..
antara benci dan cinta..
pada detik-detik mengusang..

(Jakarta 2006: aku setia? baru tau?)