Telah ku rajut renda-renda putih..
Dari gulungan benang sutra..
Yang diuntai dari sekadar kusut..
Menjadi uraian tetabuhan..
Telah ku lukis warna-warna nyata..
Dari kotakan mimpi mentah..
Yang diuntai dari seawan angan..
Menjadi deraian tetiupan..
Telah ku lipat asam-manis lidah..
Dari lelehan dodol duren..
Yang diuntai dari sederet senyum..
Menjadi barisan tetegunan..
Telah ku ………
Dari …………
Yang ……….
Menjadi ……….
Lalu..
Apa lagi yang belum?
: Engkau belum lagi menyaksikan lukisan itu selesai, pak haji..
(Jakarta 2006: maafkan saya yang tak sempat mencium tanganmu, tuanku SMA.. bahkan kata-kata pun masih hilang suara..)
Monday, November 27, 2006
ENGKAU BELUM LAGI..
Posted by
MAWAR RAMBAT
at
4:40 PM
Subscribe to:
Comment Feed (RSS)
|