Tuesday, April 18, 2006

!! Masih Under construction. tp kl mau komen, pliis do..........................................................................

SALAM..
Hai, para pecinta...
Pernah ada suatu masa dimana seorang teman menyatakan bahwa ‘ide yang ditelan sendiri adalah tak jauh beda dengan onani intelektual’, maka lewat tulisan panjang ini, penulis ingin bersetubuh masal secara intelektual, lengkap dengan keterbatasannya alasnya.
Tulisan panjang ini berkisah tentang hubungan Cinta Segitiga Kuadrat yang ada dalam tiap diri manusia tanpa kecuali, terlepas dari disadari ataupun tidak, diakui maupun ditafikkan. Penulis yakin bahwa dalam setiap interaksi dalam kehidupan antar manusia, pastinya tak ada yang terlewat dari kisah cinta segitiga - yang bukan kuadrat. Dan berlandas pada norma-norma yang telah tersepakati di tengah masyarakat, tentunya hubungan semacam ini tidaklah baik dilakoni, atau dengan kata lain.. terlarang!
Menurut penulis, hubungan Cinta Segitiga Kuadrat adalah tidak dilarang dalam setiap diri manusia, tidak ditentang, bahkan mungkin disarankan senantiasa terjadi karena inilah tiang pembentuk jiwa dan sepuhan pewarna kehidupan.
Selamat bercinta... Selamat bersegitiga... Yakinkan kuadrat...

Kelana


Hirarki Makhluk Manusia
Makhluk manusia, yang sebagian orang bilang adalah binatang manusia, adalah makhluk permukaan bumi yang paling tinggi derajatnya dibanding banyak makhluk lain yang ada di atas, di permukaan, maupun di dalam bumi itu sendiri. Paling tinggi derajatnya karena memiliki palung rahasia yang paling dalam dan rahasia, sampai makhluk yang bernama manusia itu sendiri tak mampu sepenuhnya memaknai misteri yang ada. Manusia memiliki yang disebut dengan kehidupan, dimana yang lain hanya hidup saja.
Manusia adalah dwitunggal zat, yaitu kesatuan dari 2 elemen nyata
[1], antara lain (1) Raga; dan (2) Jiwa.

Bila yang satu tidak ada maka sebutannya akan tidak lagi ‘manusia’. Bisa jadi ‘hewan
[2]’ atau ‘hantu[3]’. Dinamika yang membuat. Fluktuasi dinamika dalam perjalanan waktu manusia, yang menjadi tanda-tanda adanya kehidupan ‘lain’ dalam diri manusia, membuat penyebutan tidak melulu ‘hewan’ atau ‘hantu’, atau sekadar ‘orang’ dengan nilai makna yang tak jauh berbeda. Ini tergantung seberapa luas pembukaan jiwa manusia yang terikat erat dengan kebutuhan raga.

Raga
Raga memiliki ciri khas yaitu dapat dilihat, didengar, dibaui, disentuh, dan dikecap. Raga juga memiliki bagian-bagian yang teramat sangat kompleks baik fungsi maupun jenisnya. Tetapi secara garis besar ada tritunggal yang adalah pusat otonomi hidup bagi raga, yaitu: (1) Otak, (2) Jantung, dan (3) Paru-paru.

Prinsip kerja:
Otak adalah koordinator informasi, komunikasi dan konsolidasi hubungan antar raga untuk tetap berfungsi -syukur-syukur bisa optimal- sesuai dengan AD/ART dan shift kerja masing-masing, yang terbagi dalam 3 partai politik besar, yaitu: (a)Partai Golongan Gerak, Lindung, dan Bangun; (b)Partai Pencernaan Perjuangan; dan (c)Partai Reproduksi, yang kesemuanya dikuasai oleh rezim Jantung dan disponsori penuh oleh Paru-paru. Otak –sebagai pusat program- senantiasa menjaga keterjagaan Jantung dan Paru-paru untuk tetap bangun dan bekerja (one for all, all for one) demi satu kata.....Kerja!

Jantung, bekerja sama dengan Paru-paru, membawa anggaran dana segar untuk Otak untuk optimalitas kerja demi Raga Manusia. Dan, sebagai headquarters, jantung juga berfungsi sebagai angkatan yang siap menjelajah hingga pelosok kelingking untuk membawa kucuran dana segar dari Paru-paru, beserta
1
2a
2b
3a
3b
3cjatah kesetiakawanan dari Partai Pencernaan supaya keadilan yang merata terlaksana. Karena bila tidak, demonstrasi akan terjadi, dan kalau jalur perjalanan sudah diblokade maka paling sial ya sakit,paling untung.....Mati!

Paru-paru sebagai sumber dana segar memiliki resolusi sosial yang paling tiada tara. Berbisnis demi profit dengan modal seminimal mungkin (tergantung karunianya, pesek mancung tidak masalah), diserahkan dengan penuh kerelaan pada anak buah Jantung, dan melepas sisa-sisa bakaran korupsi yang tidak sempat tertelan lantaran...Kapasitas!

Paling tidak ini gambaran umum koordinasi Otak, Jantung dan Paru-paru di saat sedang kompak. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan buka buku Biologi SMU, atau cari buku kesehatan di perpustakaan umum yang semoga ada di daerah anda...

Jiwa
Terbagi atas 2 tritunggal, yaitu:
1. Rasa
[4], dengan tritunggal, antara lain:
Kasih
Sayang
Cinta


Prinsip kerja:
Hubungan Kasih, Sayang dan Cinta adalah hubungan lurus yang saling sinambung dimana Kasih –naluri untuk memiliki kehidupan (bedakan dengan hidup yang badaniah- (semakin tinggi tingkat quantitas dan qualitasnya maka semakin baik) adalah –bentukan pelampiasan kasih plus action- modal dasar untuk mampu melakukan Sayang (biasanya untuk keluarga, teman-teman, sahabat, hts, slingkuhan, dan lain-lain), yang ujung-ujungnya menemukan dan menentukan serta memastikan satu saja Cinta (setidaknya dalam 1 masa).
2. Akal, dengan tritunggal, antara lain:

Id
Ego
Superego

Prinsip kerja:
Id adalah naluri untuk tetap hidup, setelah berbaur dengan realitas yang terfaktual dan bukan fatamorgana khayalan, mendorong terjadinya sikap atau tindakan atau keputusan yang terakumulasi dalam Ego, dimana dalam pelaksanaannya ternyata mendapat umpan balik dari realitas yang terfaktual dan bukan fatamorgana khayalan pula bahwa ada hal-hal yang benar, dibenar-benarkan, dimaklumi, disalah-salahkan, dan salah. Ini akan jadi referensi baru bagi Superego untuk kembali menataulang nilai-nilainya dan begitu aja berputas terus demi Id yang diam en kekeuh dengan komandonya...Hidup dan ‘Hidup’!

(Ego n superego belum neh!!)

Perlu diketahui bahwa Akal (disini sebagai bagian dari jiwa) dan raga adalah dimiliki oleh semua makhluk bernafas di bumi. Tetapi rasa masihlah diklaim hana dimiliki oleh manusia (sebagai bagian dari smua makhluk bernafas dibumi), sampai sekarang. Yang menarik adalah, belum ada standar pengukuran ilmiah untuk rasa seperti halnya dengan akal (IQ, EQ, SQ), dimana sebenarnya (menurut penulis) dari titik inilah suatu makhluk dapat dikategorikan sebagai manusia atau hewan manusia.

Lakon Cinta Segitiga Kuadrat:

Tritunggal yang ada pada Rasa dan Akal adalah satu untuk semua, semua untuk satu. Dengan kata lain, satu aja tidak ada... ya ke laut aja... karena mission imposible!

Hubungan antara Tritunggal Rasa dengan Superego, dan Tritunggal Akal dengan Cinta adalah bagai kisah Romeo and Juliet, Layla dan Qays, Kahlil dan Sarma, Rokok dan Kopi. Hubungan yang dianggap terlarang, tak pantas, tak sederajat, berbahaya, dan lain-lain (asal terdengar seram, itulah...). Hubungan yang bila menyatu malah jadi tidak romantis, tidak terkenang, tidak abadi, tidak bercerita. Kondisi yang mau tak mau harus mau sepanjang jiwa masih terikat dalam Raga. Oleh sebab itu, Rasa dan Akal tidak akan pernah menikah, hanya bisa bersetubuh saja, karena biar bagaimanapun juga Rasa dan Akal adalah elemen jiwa yang terbentuk dari dua bahan dasar yang berbeda yaitu Air dan Api. Yang satu akan memadamkan yang lain bila tidak hati-hati. Dan anak hasil persetubuhan ini adalah, yang mungkin orang kenal, Si Bijaksana yang berkelamin ganda. Yang pasti dia ada, nyata dan hidup... entah dimana...


Proses Kerja:
Saat Jantung terbentuk dan berfungsi, saat itu pula Id lahir. Jadi Id ada sedetik Jantung terpintal. Itu sebabnya bila ada kasus-kasus aborsi gagal, salahkan Id!
Id memberi komando searah pada Ego, dan Ego mengajukan pertimbangan pada Superego untuk melakukan agresi.


Otak, disini sebagai analis informasi, dan sekaligus informan pula, melakukan sumbang saran dengan Superego, dimana dalam proses diskusi ini Rasa selalu mengajukan interupsi. Ini menerangkan kenapa terkadang ada kasus ‘hang’ atau bloon sesaat.


Akhirnya, setelah perundingan yang alot dan gontok-gontokan antara penasehat Rasa dan menteri rasional Otak, maka Superego mengeluarkan mandat kepada Ego.
Sesuai isi mandat, Ego kembali menghubungi Otak untuk menentukan cara, dan melakukannya sesuai kebutuhan, tak lebih tak kurang, demi loyalitas pada Id.
Setelah cara ditentukan maka Otak, dengan dukungan penuh dari Jantung dan Paru-paru, mengkoordinasi Partai Golongan Lindung, Bangun dan Gerak (yang tidak pernah menolak perintah) untuk...action! Bagian pengawas Otak akan mencatat setiap respon yang ada untuk kembali buat ribet Superego.

Dari Cerna dan Par Gol, makhluk manusia yang baru lahir di bumi mengenal Kasih (dalam hal ini Ibu, biologis maupun bukan, dan bukan botol susu) untuk memenuhi Id yang ada secara otomatis. Yang secara otomatis pula mengajarkan cara untuk memberi Sayang (nah, disini botol susu jadi media).

Kelak semakin dewasa Raga Kasat (dan semoga diiringi pula dengan Raga Tak Kasat), makhluk manusia akan berkenalan dengan yang disebut Cinta (plus ragam dan modifikasinya). Dimana dalam menentukan dan memastikan Cinta, Ego juga mengambil peranan berhubung ini juga adalah upaya pemenuhan Id berdasarkan ISO mutlak yang saling berhubungan; Fisik, Materi, Kuasa, yang masing-masing dikuasai oleh 3 partai besar; Partai Golongan Lindung, Bangun, dan Gerak, Partai Pencernaan Perjuangan, dan Partai Reproduksi. Bila standar ini tidak terpenuhi, biasanya proses ribet langkah 1-6 mulai muter-muter lagi demi Id.

Catatan:
Paru-Paru adalah yang paling anteng dalam proses ini. Dan berhubung memang berfungsi sebagai pengucur dana tunggal yang pastinya turut serta dalam penjelasan yang mondar-mandir tadi, maka tidak salah kalau Paru-paru diajak nimbrung sekali-sekali. Caranya...Inhale..Exhale..Inhale..Exhale..!

Keberadaan 3 partai besar asuhan Jantung, dalam pimpinan Otak dan dana Paru-paru, maka jelas terlihat mengapa seringkali makhluk Manusia terpuruk dan terkapar dari 3 kata, yaitu: Kekuasaan, Kekayaan, dan Seks. Kondisi terpuruk dan terkapar itu lebih disebabkan oleh salah makan obat kehidupan selama sakit.

Kondisi koreksi yang sulit dikoreksi adalah pada langkah 3 dan 8 dimana saat hubungan Cinta Segitiga Kuadrat tritunggal-tritunggal Rasa dan Akal ingin berjanji seiya sekata, sehidup semati didepan satpam, adaaa saja gangguan dari kiri kanan, depan belakang, atas bawah yang biasanya datang justru tritunggal2 itu sendiri. Hal ini dapat membuat rasionalitas otak berdenyut-denyut, gelora dalam jantung berdebar-debar, kadang paru-paru tersengal-sengal.
--------------------









----- buku ini ingin mengantar pembacanya berkelana dalam pemahaman hubungan yang harusnya terjadi dengan dirinya sendiri dengan memakai satu kata yang palng mudah dipahami yaitu, GELORA Cinta... Seperti dalam pengertian sehari-hari, Cinta adalah perpaduan rasa ingin memberi persembahan terbaik dan termurni dari hati dan keinginan untuk memiliki sendiri tubuh dan jiwa satu orang yang lain yang diresmikan dalam hubungan tertentu. Hubungan apapun itu penamaannya, bila dilandasi dengan cinta adalah yang disebut dengan ubungan cinta. Dalam pembahasan ini ada kata Kasih, Sayang, Cinta itu sendiri, Naluri, Tindakan, dan Nilai yang diandaikan yang memiliki hubungan dengan yang lain tanpa terlepas dari kemandiriannya sebagai individu yang hidup dalam raga. Dalam raga ini pun akan disebut kan Jantung, Paru-paru dan Otak sebagai penunjang hidup primer dan organ-organ sebagai unsur susbstansial, yang dikarenakan oleh keterbatasan porsi maka tidak dapat dijabarkan secara detil disini. Dalam hal ini, raga adalah lebih sebagai jembatan fisik yang menghubugkan antara tritunggal rasa dan akal. Dimana hubungannya sendiri adalah Jiwa. Jadi Jiwa adalah hubungan cinta segitiga kuadrat yang terjadi di dalam tubuh spesies manusia karena tubuh itu sendiri demi semakin menjadi Manusia. Hubungan Cinta Segitiga Kuadrat terjadi antara Cinta dan Tritunggal Akal, dan Ego dan Tritunggal Hati.
berikut uraian singkat
Bagan:


Thx to:
Erich fromm mewakili semua filsuf yang merupaya memaknai misteri cinta segitiga kuadrat dalam diri manusia.
Nitzche kekasih dalam kamar gelap foto-foto telanjang manusia
Kahlil gibran mewakili semua pencerita cinta
Semua teman, sahabat dan kerabat yang memberi inspirasi tentang cara bercinta
Kekasihku, diantara banyak penghuni jiwa dan naluri

Sumber semangat penulisan “Cinta Segitiga Kuadrat”

Rama Christian Ksatria Parlindungan

Kaulah matahari, bumi dan bulan..
Kaulah petir, gemuruh, dan hujan badai..
Kaulah terik dan beku..
Kau kekasihku yang abadi...


Warning:
dalam membaca buku ini diperlukan niat baik dan kedewasaan mental untuk mencegah terlampau jauhnya perselingkuhan makna.
Buku ini murni adalah opini penulis dari ekstraksi pembelajaran mengenai misteri Manusia dan penggabungan dari hasil-hasil belajar orang-orang lain sebelumnya.
Buku ini tidak disarankan menjadi referensi penulisan ilmiah yang teoritis dan penuh pembuktian.
Dianjurkan untuk membaca buku ini didepan cermin tanpa kehadiran orang lain.

Cinta Segitiga Kuadrat ini adalah satu-satunya yang diperbolehkan ada. Semoga dapat menjadi inspirasi instrokpeksi dan rekoleksi mesra yang mendebarkan dalam kehidupan anda...


[1] Manusia tertentu memiliki kemampuan meniadakan yang satu demi yang lain.
[2] Raga manusia tanpa jiwa manusia, jelas kita lihat contoh-contohnya dalam keseharian
[3] Jiwa manusia tanpa raga manusia, sekarang banyak diulas di acara televisi. Hanya yang memiliki ajna terbuka yang sanggup mendeteksi dengan riil.
[4] Disebut juga ‘Hati’. Sebagian orang menyebut Hati adalah jembatan yang menghubungkan antara Raga dengan Pikiran/ Akal.