Wednesday, May 17, 2006

MIMPI

Kasih, malam ini aku sendiri..

Baru saja kubiarkan kau kecup bibirku..
Aku sudah dimabuk kepayang..
Mungkinkah mutiara hati yang kujaga siang malam itu sudah berhasil kau curi?
Mungkinkah ladang gersang itu telah tersirami?
Dan berbunga seketika..


Baru saja kubiarkan kau sentuh kulitku yang rapuh..
Aku sudah bagai melayang..
Mungkinkah mentari sedang memanggil pagi senyumku?
Mungkinkah pelangi mewarnai binar mataku?


Sejak durja merenggut lentera di tanganku..
Sejak bayanganku bergelut dengan kelam?
Sinaran itu bergumpalan di telapakku..
Tak kuperlukan lagi cahaya untuk tahu tapak arahku..
Karena kamu merasuk kilauku..


Kasih, apakah hikayat sedang berdongeng untukku?
Lewat semua baramu?
Ataukah legenda Sarma matahari Gibran melawatku?
Seperti Layla bulan Qays yang menjumpaiku?

Akulah Sarma..


Akulah Layla..

Tak kubiarkan seorangpun menghirup cahayaku..
Bukan saja karena aku tak bisa..
Aku tak mau..


Tapi cahaya yang ada dalammu menghampiri baru saja tadi..
Dan mengajakku bercinta..
Mengurai surai-surai ketakutanku dan berkata: �ini aku, kasih�
Merengkuh tirai-tirai keangkuhanku dan berkata: �aku milikmu�
Dan keenggananku hilang..


Ini aku, kasih..
Aku milikmu..
Bila cahaya memang untuk cahaya..
Maka pasrah akan kusembahkan padamu..


----sela-------

Kasih, baru saja ku genggam binar itu..
Baru saja kuhirup tenang dalam gelora belaimu..
Gada pilu mencabik bahagiaku..
Mahkota yang bertengger di kepalamu..
Membangunkanku..


Ternyata aku bermimpi..

(Perbatasan Jakarta, 2005: Karena Aku Kelana #4: ternyata memang hanya mimpi.. untunglah..)