Bagaimana caranya kasih kuceritakan padamu..
Tentang masa aku adalah bintang..
Dan sula bulan mencabik putihku..
Dia bilang �aku mencintaimu�
�kau harus slalu ada di sisiku�
aku bintang dan dia bulan..
seharusnyalah kami menyatu..
karena dia bintang dan aku bulan..
Aku menangis pada langit.. �mengapa harus aku?�
Gerhana pun datang..
Bagaimana caranya kasih kukisahkan padamu..
Tentang masa aku adalah bunga..
Dan sengat lebah mencabik gaunku?
Dia bilang �aku mencintaimu�
�kau harus hidup dalam diriku�
Aku bunga dan dia lebah..
Seharusnyalah kami menyatu..
Karena aku bunga dan dia lebah..
Dan aku menangis pada tanah..�mengapa harus aku?�
Sengatnya pun lepas..
Bagaimana kah caranya kasih aku katakan padamu..
Tentang bulan pecinta mencuri kesucian cahayaku..
Tentang lebah pendendam menodai kemurnian warnaku..
Menghempasku sendiri dalam ruang hampa..
---sela---
Bagaimana ku terangkan padamu kasih
Tentang masa aku adalah ada...
Dan cahayamu berpendar menerangi auraku...
Aku berkata �aku mencintaimu�
�Kau harus sadari kehadiranku�
Kau cahaya dan aku ada..
Seharusnyalah kita menyatu..
Karena kau cahaya dan aku ada..
Kau menangisi langit dan bumi..�mengapa aku?�
Detik berlalu..
-----sela------
Kasih, bagaimana kukatakan padamu..
Namaku Kelana...
Penantang langit dan penjajah bumi...
Yang kucari 1 langkah, 1 rasa, dan ribuan masa...
Untuk satu tinggalan...
Yang kudapati ribuan langkah, ribuan rasa, dan 1 masa...
Untuk ribuan lesatan...
Maafkan aku...
Kau terlambat...
(Jakarta 2005: Karena Aku Kelana: Bilakah?)
Wednesday, May 17, 2006
METAMORFOSA
Posted by
MAWAR RAMBAT
at
6:51 PM
Subscribe to:
Comment Feed (RSS)
|