Wednesday, May 17, 2006

METAMORFOSA

Bagaimana caranya kasih kuceritakan padamu..

Tentang masa aku adalah bintang..

Dan sula bulan mencabik putihku..

Dia bilang �aku mencintaimu�

�kau harus slalu ada di sisiku�

aku bintang dan dia bulan..

seharusnyalah kami menyatu..

karena dia bintang dan aku bulan..

Aku menangis pada langit.. �mengapa harus aku?�

Gerhana pun datang..



Bagaimana caranya kasih kukisahkan padamu..

Tentang masa aku adalah bunga..

Dan sengat lebah mencabik gaunku?

Dia bilang �aku mencintaimu�

�kau harus hidup dalam diriku�

Aku bunga dan dia lebah..

Seharusnyalah kami menyatu..

Karena aku bunga dan dia lebah..

Dan aku menangis pada tanah..�mengapa harus aku?�

Sengatnya pun lepas..



Bagaimana kah caranya kasih aku katakan padamu..

Tentang bulan pecinta mencuri kesucian cahayaku..

Tentang lebah pendendam menodai kemurnian warnaku..

Menghempasku sendiri dalam ruang hampa..

---sela---

Bagaimana ku terangkan padamu kasih

Tentang masa aku adalah ada...

Dan cahayamu berpendar menerangi auraku...

Aku berkata �aku mencintaimu�

�Kau harus sadari kehadiranku�

Kau cahaya dan aku ada..

Seharusnyalah kita menyatu..

Karena kau cahaya dan aku ada..

Kau menangisi langit dan bumi..�mengapa aku?�

Detik berlalu..

-----sela------

Kasih, bagaimana kukatakan padamu..

Namaku Kelana...

Penantang langit dan penjajah bumi...

Yang kucari 1 langkah, 1 rasa, dan ribuan masa...

Untuk satu tinggalan...

Yang kudapati ribuan langkah, ribuan rasa, dan 1 masa...

Untuk ribuan lesatan...

Maafkan aku...

Kau terlambat...

(Jakarta 2005: Karena Aku Kelana: Bilakah?)