Sapuan awanan di terik benak Bunda..
Menandang penggal-penggal masa..
Tetes embun di ladang rasa Bunda..
Menyelimut benih-benih sumpah..
Bisu pun bersuara, Nak..
Seperti diam yang mengucap..
Padamu nafas menaruh bibir Bunda..
Syairkan kitab-kitab sabda..
Segala rengkuh cinta alam..
Hadirmu, Nak..
Bagai titah sinaran Sang Maha..
: tak kan jauh buah jatuh dari pohonnya..
(Jakarta 2006: dalam rasa bangga dan bahagia sebagai rahim yang melahirkan seorang ksatria..)
Thursday, December 21, 2006
BUAH POHON RAHIMKU
Posted by
MAWAR RAMBAT
at
6:12 PM
Subscribe to:
Comment Feed (RSS)
|