Tuesday, April 25, 2006

DAN KATAKAN, AKU MENCINTAIMU..

Utamanya bagi para pasangan yang sedang asyik masyuk pacaran, Hari Valentine, atau hari kasih sayang, yang jatuh di setiap tanggal 14 Februari, selalu terasa istimewa. Bagi para muda mudi, Hari Valentine diwarnai dengan bunga mawar merah, coklat, serta kostum gaul yang serba pink. Para jombloers yang belum sempat memenuhi deadline untuk mendapatkan pacar sebelum hari kasih sayang ini pun tidak ketinggalan gaya. Mereka berkumpul dan bersuka ria di tempat-tempat keriaan, saling menebar pesona sambil hunting pacar baru. Sebagian lagi berteori bahwa Hari Valentine bukan melulu untuk yang sedang yayang-yayangan tapi juga untuk orang-orang di sekitar; orang tua, adik, teman, dan lain-lain, asalkan esensi kasih sayangnya tidak pudar. Ada pula yang menghabiskan waktu seperti biasa tanpa mempedulikan gempita yang ada disekelilingnya.
Diluar semua cara untuk menghabiskan ke-24-jam di tanggal 14 Februari itu, tidak dapat kita pungkiri bahwa Hari Valentine memang hari paling romantis dalam setiap tahun yang terlalui.

Seni bercinta
Cinta adalah kehidupan nurani yang hadir secara wajar dan mudah. Hampir semua orang pernah mengalami cinta, minimal jatuh cinta atau rasa tertarik yang sangat luar biasa yang serupa tapi tak sama dengan cinta. Cinta memerlukan pemahaman, keahlian, dan kemampuan tertentu dalam menyikapinya. Mendefinisikan cinta seringkali sangat beragam dan terasa kompleks karena kehadirannya yang luar biasa seringkali disebabkan oleh hal-hal yang sederhana, baik disadari maupun tidak disadari.
Cinta tertempa dalam nurani. Nurani, bersamaan dengan akal, adalah modal utama manusia untuk berinteraksi dengan dirinya sendiri, dengan manusia lain, dan dengan Tuhan. Mengapa? Makhluk ciptaan lain memiliki kecerdasan dan emosi yang membuat mereka selalu bertindak sesuai dengan naluri. Tapi manusia memiliki lebih dari kedua hal ini. Hanya manusia yang memiliki akal dan nurani yang saling berkolaborasi secara seimbang dan sinambung yang disebut sebagai jiwa. Dan kebutuhan jiwa ada di atas kebutuhan naluri.
Jadi yang lebih penting untuk dipelajari sesungguhnya adalah seni bercinta (istilah romantik dari seni berhubungan dengan orang lain) sebagai bagian dari seni berjiwa.
Mencintai diri sendiri adalah cara terbaik untuk belajar seni bercinta. Dengan berlatih mencintai diri sendiri Anda berlatih untuk meningkat ke tahap berikutnya, yaitu mencintai orang lain. Mencintai diri (self-loving) tidaklah sama dengan self-centralization yang lebih memakai self-ego ketimbang nurani. Mencintai diri adalah melakukan sesuatu untuk kebaikan, dimana obyeknya adalah diri sendiri demi pengembangan diri sendiri pula. Sedangkan obyek dari self-centralization adalah orang lain agar orang lain itu melakukan sesuatu untuk kepentingan kita tanpa mempertimbangkan kepentingannya.
Serupa tapi tak sama dengan memulai hubungan pacaran, upaya mencintai diri pun memiliki tahapan-tahapan cinta. Hanya saja dalam hubungan pacaran kita masih boleh untuk menentukan apakah seseorang yang kita suka itu pantas untuk menjadi pacar kita (atau sebaliknya), sedangkan dalam tahapan mencintai diri kita telah menerima paket berupa diri kita sendiri. Jadi, bilapun kita agak kecewa atau patah hati melihat diri kita yang (kelihatannya hanya) sebegini ini, yang kita dapat lakukan adalah meningkatkan nilai diri sendiri (self-value) agar kita semakin bangga dan semakin jatuh cinta pada diri kita sendiri.

Mencintai diri, orang lain, dan Tuhan
Dalam meningkatkan self-value, perlu pula diketahui siklus keyakinan diri (self-confidence) yang memiliki 2 efek, yaitu mengatur tingkah-laku kita, dan menciptakan harapan dalam pikiran kita tentang perlakuan yang pantas kita terima. Siklus keyakinan diri memiliki perputaran tahapan seperti berikut:
Keyakinan (saya istimewa, orang lain istimewa, Tuhan Maha Istimewa) ? Persepsi Terhadap Diri Sendiri atau Self-Perception (saya pantas diperlakukan istimewa, orang lain pantas diperlakukan istimewa, Tuhan pantas diperlakukan istimewa) ? Harapan atau Cita-cita (saya akan diperlakukan istimewa, orang lain akan saya perlakukan istimewa, Tuhan akan saya perlakukan istimewa) ? Tingkah Laku (saya menyatakan keinginan saya, saya mendengar keinginan orang lain, saya melakukan keinginan Tuhan) ? Hasil (orang lain memperlakukan saya dengan istimewa, saya memperlakukan orang dengan istimewa, saya memperlakukan Tuhan dengan istimewa) ? Penegasan Keyakinan (saya istimewa, oleh sebab itu saya memperlakukan orang lain dengan istimewa, karena saya dan orang lain itu diciptakan oleh Tuhan yang Maha Istimewa).
Siklus ini harus terus menerus berulang dan dapat dijadikan semacan panduan instropeksi dan rekoleksi diri sendiri.
Dapatkan cinta sejati
Untuk mendapatkan cinta sejati, anda harus menemukan dan merangkul jatidiri anda, dan jatidiri itu mendekatkan kepada anda orang yang Anda inginkan untuk berpegangan tangan dan mengalami petualangan hidup.
Hubungan yang sinambung dan seimbang antara diri kita dengan diri sendiri merupakan pola utama dari mana semua pola lain bersumber. Mencintai diri sendiri merupakan prasyarat untuk menciptakan penyatuan sejati yang berhasil dengan orang lain. Dari titik inilah kita mengembangkannya dengan orang-orang disekitar kita dan dengan Tuhan.
Tapi dalam seni bercinta, tidak cukup hanya kerelaan kita untuk mencintai. Kita pun harus dengan rela menerima bahwa ada orang lain selain diri kita sendiri yang juga mencintai kita dengan cara mereka sendiri. Dan diatas itu semua, ada satu figur yang tidak saja mencintai kita dengan maha dahsyatnya, tapi juga mampu untuk mencintai kita dengan cara yang luar biasa.
Tapi seperti yang kita semua tahu, kita tidak selalu menemukan kondisi ideal. Bila setelah melakukan instropeksi dan rekoleksi ternyata anda menemukan bahwa semua yang anda lakukan telah benar, maka besar kemungkinan lingkungan anda yang perlu pengobatan jiwa. Bermanjalah dengan Tuhan; serahkan semua dan biarkan Dia yang membentuk anda dan setiap orang lain dalam kehidupan anda. Karena, cara anda memandang dan memperlakukan diri sendiri, maka begitulah anda akan memandang dan memperlakukan orang lain.
Oleh sebab itu mulailah siklus keyakinan diri ini dari diri anda terlebih dahulu seraya melakukannya keluar sehingga keseimbangan kehidupan seni bercinta anda tercapai. Maka anda pun akan lebih paham berhubungan dengan Tuhan.
Mulailah katakan kalimat ini setiap anda memandang diri anda di cermin setiap pagi, �Saya mencintai kamu yang unik dan istimewa, dan saya bersyukur karena Tuhan telah menyatakan itu..�. Lalu, pada tanggal 14 Februari ini, telepon kekasih anda pagi-pagi sekali, dan katakan �Aku mencintaimu..�

� Dari: Rue anemone,
menambah rasa manis dari asamnya kata �narcisme� (narcissism= an ideology of self-loving)
terinspirasi dari buku: �Bila Cinta Sebuah Permainan�, penulis: Cherie Carter Scott, Phd, oleh: Gramedia Jakarta

� Untuk: Abang Ando and Wilson: kolom remaja